radio frekuensi

BAB I

PENDAHULUAN

 

Sinyal RF adalah arus bolak-balik (AC) yang terus berubah antara tegangan positif dan negatif. Osilasi, atau siklus, dari arus bolak-balik ini didefinisikan sebagai satu perubahan dari atas ke bawah untuk, atau sebagai perubahan dari positif ke negatif ke positif.

Panjang gelombang A adalah jarak antara dua puncak berurutan (puncak) atau dua palung berturut-turut (lembah) dari pola gelombang, seperti yang digambarkan dalam Gambar. Dengan kata sederhana, panjang gelombang adalah jarak yang satu siklus dari sinyal RF sebenarnya perjalanan.

Hal ini sangat penting untuk memahami bahwa ada hubungan terbalik antara panjang gelombang dan frekuensi . Tiga komponen dari hubungan terbalik ini adalah frekuensi ( f , diukur dalam hertz , atau Hz ) , panjang gelombang λ , diukur dalam meter , atau m ) , dan kecepatan cahaya ( c , yang merupakan nilai konstan 300.000.000 m / detik ) . Rumus referensi berikut menggambarkan hubungan : λ = c / f dan f = c / λ . Penjelasan sederhana adalah bahwa semakin tinggi frekuensi sinyal RF , semakin kecil panjang gelombang dari sinyal itu. Semakin besar panjang gelombang dari sinyal RF , semakin rendah frekuensi sinyal itu.

Mayoritas wireless LAN ( WLAN ) kartu radio beroperasi baik rentang frekuensi 2,4 GHz atau kisaran 5 GHz.  Frekuensi yang lebih tinggi akan melemahkan cepat melalui ruang. Hal ini penting untuk seorang insinyur nirkabel untuk mengetahui karena dua alasan . Pertama , jarak cakupan tergantung pada pelemahan melalui udara (disebut path loss sebagai ruang bebas , dibahas kemudian dalam bab ini ) . Kedua , semakin tinggi frekuensi , semakin sedikit sinyal akan menembus penghalang . Sebagai contoh, sinyal 2,4 GHz akan melewati dinding, jendela , dan pintu dengan kekuatan yang lebih besar daripada sinyal 5 GHz . Pikirkan berapa banyak jauh Anda bisa mendengar stasiun AM ( frekuensi yang lebih rendah ) versus stasiun FM ( frekuensi yang lebih tinggi ) .

 

 

 

 

 

 

1

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

  1. Pengertian Radio Frekuensi

Radio Frekuensi (RF) atau Gelombang Radio adalah tingkat osilasi dalam kisaran sekitar 3 kHz sampai 300 GHz, yang sesuai dengan frekuensi gelombang radio, dan arus bolak-balik yang membawa sinyal radio.

RF merupakan unit pengukuran frekuensi gelombang, dan sesuai dengan satu siklus per detik. Gelombang elektromagnetik di daerah spektrum, dapat ditransmisikan dengan menggunakan generator arus bolak-balik yang disebabkan oleh satelit.

Gelombang radio ini merupakan jenis radiasi elektromagnetik dengan panjang gelombang yang lebih besar (dan lebih jarang) dibandingkan radiasi inframerah. Seperti semua gelombang elektromagnetik lainnya bergerak dengan kecepatan cahaya dalam ruang hampa. Gelombang tersebut dapat dihasilkan secara alami oleh petir atau oleh benda-benda astronomi lainnya.

Gelombang radio dapat dihasilkan untuk radio amatir, penyiaran (radio dan televisi), telepon selular, radar dan sistem navigasi lainnya, komunikasi satelit, jaringan komputer dan aplikasi lain yang tak terhitung lainnya.

Gelombang elektromagnetik juga disebut gelombang radio dan dikenal sebagai frekuensi radio atau gelombang radio sederhana. Gelombang radio dapat dihasilkan arus listrik yang bervariasi dengan cepat (yaitu, frekuensi tinggi arus listrik) dalam konduktor (seperti antena).

Dari sudut pandang fisika, kurang dari membuat gelombang RF tak terlihat oleh mata manusia.

Frekuensi gelombang ditentukan oleh osilasi atau siklus per detik. Satu siklus adalah salah satu hertz (Hz), 1.000 siklus adalah 1 kilohertz (KHz), 1 juta siklus adalah 1 megahertz (MHz), dan 1 milyar siklus adalah 1 gigahertz (GHz). Sebuah stasiun radio pada dial / saluran AM pada 980, misalnya, siaran tersebut menggunakan sinyal yang berosilasi 980.000 kali per detik, atau memiliki frekuensi 980 KHz.

Sedangkan Sebuah stasiun radio dengan di bawah dial pada 710 maka siaran tersebut menggunakan sinyal yang berosilasi 710.000 kali per detik, atau memiliki frekuensi 710 KHz.

2

Frekuensi sangat rendah (ELF) radio menempati salah satu ujung yaitu sekitar 3-30 Hz, dan frekuensi sangat tinggi (EHF) di lainnya, mewakili 30-300 GHz.

3

Band RF dapat ditemui dengan saluran televisi VHF (frekuensi sangat tinggi), yang digunakan oleh stasiun radio dan televisi 2-13, dan UHF (Ultra High Frequency), yang digunakan oleh stasiun televisi lainnya, ponsel dan radio dua arah.

Bahkan Oven Microwave menggunakan gelombang RF untuk memasak makanan, tapi gelombang ini berada di pita frekuensi super tinggi atau SHF. Setelah spektrum elektromagnetik dalam frekuensi yang lebih tinggi, orang menemukan gelombang inframerah, dan cahaya tampak.

Jenis gelombang radio, diantaranya :

Nama Frekuensi Panjang Gelombang
Very Low Frequency VLF <30 kHz >10 km
Low Frequency LF 30 – 300 kHz 1 – 10 km
Medium Frequency MF 300 – 3000 kHz 100 – 1000 km
High Frequency HF 3 – 30 MHz 10 – 100 m
Very High Frequency VHF 30 – 300 MHz 1 – 10 m
Ultra High Frequency UHF 300 – 3000 MHz 10 – 100 cm
Super High Frequency SHF 3 – 30 GHz 1 – 10 cm
Extremely High Frequen EHF 30 – 300 GHz 1 – 10 mm

 

 

  1. Sinyal Radio Frekuensi

Sinyal RF merupakan gelombang elektromagnetik yang digunakan oleh sistem komunikasi untuk mengirim informasi melalui udara dari satu titik ke titik lain. Sinyal RF telah digunakan selama beberapa tahun. Sinyal tersebut memberikan cara untuk mengirimkan musik pada radio FM dan video pada televisi. Pada kenyataannya, sinyal RF juga merupakan sarana umum untuk mengirim data melalui jaringan wireless.

4

Sifat-Sifat Sinyal RF :

Sinyal RF merambat di antara antena pemancar pengirim dan penerima. Seperti yang diilustrasikan Gambar 2.8, sinyal yang dipasok pada antena memiliki amplitudo, frekuensi, dan interval. Sifat-sifat tersebut berubah-ubah setiap saat untuk merepresentasikan informasi.

Amplitudo mengindikasikan kekuatan sinyal. Ukuran untuk amplitudo biasanya berupa energi yang dianalogikan dengan jumlah usaha yang digunakan seseorang pada waktu mengendarai sepeda untuk mencapai jarak tertentu. Energi, dalam konteks sinyal elektromagnetik, menggambarkan jumlah energi yang diperlukan untuk mendorong sinyal pada jarak tertentu. Saat energi meningkat, jaraknya pun juga bertambah.

Saat sinyal radio merambat melalui udara, sinyal tersebut kehilangan amplitudo. Jika jarak antara pengirim dan penerima bertambah, amplitudo sinyal menurun secara eksponensial. Pada lingkungan yang terbuka, di mana tidak ada rintangan, sinyal RF mengalamai apa yang disebut para engineer sebagai free-space loss yang merupakan bentuk dari pelemahan. Kondisi tersebut menyebabkan sinyal yang telah dimodulasi melemah secara eksponensial saat sinyal merambat semakin jauh dari antena. Oleh karena itu, sinyal harus memiliki cukup energi untuk mencapai jarak di mana tingkat sinyal bisa diterima sesuai yang dibutuhkan receiver. Kemampuan receiver dalam menerima sinyal tergantung pada kehadiran sinyal-sinyal RF lain yang berada di dekatnya. Frekuensi menyatakan beberapa kali sinyal berulang setiap detiknya. Satuan frekuensi adalah Hertz (Hz) yang merupakan jumlah siklus yang muncul setiap detik. Sebagai contoh, LAN nirkabel 802.11 beroperasi pada frekuensi 2,4 GHz yang berarti mencakup 2.400.000.000 siklus per detik. Interval berkaitan dengan seberapa jauh suatu sinyal tetap konstan pada titik acuan.

 

  1. Karakter Radio Frekuensi
  2. Frekuensi

Frekuensi adalah jumlah siklus per detik dari sebuah arus bulak balik. Unit yang digunakan untuk frekuensi adalah Hertz, di singkat Hz. Satu (1) Hz adalah frekuensi dimana sebuah arus bulak balik menyelesaikan satu siklus dalam satu detik.

Kita mengenal beberapa besaran lain dari frekuensi, yaitu:

Kilohertz (kHz) ribu siklus

5

Megahertz (MHz) juta siklus

Gigahertz (GHz) milyard siklus

Terahertz (THz) ribu milyar siklus

  1. Panjang gelombang

Panjang gelombang adalah jarak antar dua titik identik dalam sebuah siklus. Dalam frekuensi radio, panjang gelombang biasanya dalam meter, centimeter atau milimeter.

Panjang gelombang tergantung pada ketinggian frekuensi. Semakin tinggi frekuensi, semakin pendek gelombangnya. Pada frekuensi 2.4GHz atau 2400MHz panjang gelombang sekitar 12.5cm. Panjang gelombang dapat dihitung menggunakan persamaan berikut:

Panjang Gelombang (meter) = 300 / Frekuensi (MHz)

Angka 300 datang dari kecepatan cahaya, karena sinyal radio di udara bergerak pada kecepatan cahaya. Kecepatan gelombang radio akan berbeda sedikit di metal.

Panjang gelombang sangat penting untuk di resapi terutama pada saat kita menginstalasi antenna. Untuk memperoleh radiasi sinyal radio yang optimal, sebaiknya antenna harus di install minimal 10 panjang gelombang jauh-nya dari permukaan yang dapat memantulkan sinyal radio. Untuk frekuensi 2.4GHz, permukaan yang dapat memantulkan harus berada pada jarak lebih jauh dari 1.2 meter.

  1. Amplitudo merupakan ukuran tinggi rendahnya tegangan dari sinyal analog.
  2. Phase adalah besar sudut dari sinyal analog pada saat tertentu.
  3. Daya Pemancar

Semua radio akan mempunyai daya pancar tertentu. Daya pancar ini menentukan energi yang ada sepanjang lebar bandwidth tertentu. Biasanya di ukur dengan salah satu satuan berikut:

dBm – daya relative terhadap satu (1) milliwatt

W – daya linier sebagai Watts

Hubungan antara dBm dan Watts dapat dihitung melalui persamaan berikut:

Daya (dBm) = 10 x log[Daya (W) / 0.001W]

Daya (W) = 0.001 x 10^[Daya (dBm) / 10 dBm]

Di dunia amatir radio, pemancar sering di sebut sebagai Tx, Daya pemancar sering di sebut sebagai “Tx Power”. Di Indonesia, secara peraturan kita dibatasi untuk menggunakan maksimum TX power 100mW (20 dBm). Jika anda melanggar hal ini, maka anda akan di ancam oleh undang-undang telekomunikasi sebagai merusak system telekomunikasi dengan ancaman denda Rp. 600 juta dan atau penjara 6 tahun.

6

f.       Sensitivitas Penerima Radio

Rx adalah kependekan dari “Receive” atau penerima. Semua radio mempunyai titik minimal, dimana jika sinyal yang diterima lebih rendah dari titik minimal tersebut maka data yang dikirim tidak dapat di terima. Titik minimal sensitifitas RX didefinisikan dalam dBm atau W. Bagi sebagian besar radio, sensitifitas RX di definisikan sebagai level dari Bit Error Rate (BER). Biasanya kita mengunakan standard Bit Error Rate (BER) sama dengan 10^-5 (99.999%).

Pada peralatan WiFi, sensitifitas penerima ini biasanya dalam range -79 sampai -80-an dBm. Biasanya sinyal yang di terima lebih tinggi dari sensitifitas penerima dan akan berubah-ubah tergantung pada banyak factor.

Noise / derau harus jauh lebih rendah dari sensitifitas penerima. Para peralatan WiFi, noise / derau biasanya sekitar -90 sampai -96 dBm. Noise di definisikan sebagai sinyal yang tidak kita inginkan yang di terima oleh pesawat penerima kita.

  1. Penguatan Antenna

Pada system radio / wireless, kita menggunakan antenna untuk mengkonversikan gelombang listrik menjadi gelombang elektromagnetik yang akan merambat di udara. Penguatan antenna adalah besarnya penguatan energi yang dapat dilakukan oleh antenna pada saat memancarkan dan menerima sinyal. Penguatan antenna diukur dalam:

dBi: relative terhadap antenna isotropic (antenna titik).

dBd: relative terhadap sebuah antenna dipole.

Hubungan antara dBd dan dBi adalah sebagai berikut:

0 dBd = 2.15 dBi

Kita biasanya menggunakan dBi di perhitungan yang dilakukan.

  1. Redaman

Dalam sebuah sistem komunikasi radio ada banyak hal yang memungkinkan terjadinya redaman pada kekuatan sinyal. Beberapa diantaranya adalah kabel, konektor, anti-petir, udara (free space), maupun berbagai halangan lain seperti pohon. Semua ini akan menyebabkan turunnya kemampuan jika tidak di install dengan baik. Dalam system komunikasi “low power” seperti WiFi yang rata-rata hanya mempunyai daya pancar 30-100mW saja, maka setiap dB yang dapat kita hemat akan sangat penting artinya. Ingat “3 dB Rule”.

7

Untuk setiap 3 dB gain/loss kita akan double daya (gain) atau kehilangan setengah daya (loss). Contoh,

-3 dB = 1/2 daya (kehilangan setengah daya)

-6 dB = 1/4 daya (kehilangan seperempat daya)

+3 dB = 2x daya (double daya)

+6 dB = 4x daya (naik daya empat kali)

  1. Radiasi Daya Pancar

Daya yang dipancarkan dari antenna dapat di ukur dengan dua (2) cara yaitu:

Effective Isotropic Radiated Power (EIRP) dalam dBm

= daya di input antenna [dBm] + penguatan antenna [dBi]

Effective Radiated Power (ERP) dalam dBm

= daya di input antenna [dBm] + penguatan antenna [dBd]

Effective Isotropic Radiated Power (EIRP) biasanya kita gunakan. Kita biasanya membatasi EIRP sekitar 36dBm. Di Indonesia, kita mengadopsi batasan EIRP yang berbeda bagi sambungan Point-to-Point (P2P) dan sambungan Point-to-Multi-Point (P2MP), menjadi 36 dBm dan 30 dBm.

 

  1. Sifat Radio Frekuensi

Untuk dapat memaksimalkan jangkauan dari sebuah alat yang mentransmisikan gelombang radio kita haruslah dapat memahami sifat-sifat dasar dari frekuensi radio itu sendiri saat di transmisi-kan yaitu antara lain :

  1. Gain / Penerimaan

Suatu keadaan atau kondisi yang dapat membuat pertambahan dalam amplitudo sebuah signal RF. Sebuah gain dapat terbentuk dari proses aktif seperti penambahan RF amplifier atau sebuah antenna yang didisain untuk memiliki kemampuan penerimaan yang tinggi karena dapat memfokuskan beamwidth signal, selain proses aktif adapula proses yang pasif seperti signal RF yang terefleksi dan bergabung dengan signal utama sehingga memperkuat signal utama.

  1. Loss / Kehilangan

Loss adalah suatu penurunan kekuatan signal yang dapat disebabkan oleh banyak faktor. Namun yang sering ditemukan dari implementasi sebuah perangkat radio biasanya terdapat pada kabel yang menyambungkan dari alat RF ke antenna beserta konektornya dan objek yang terdapat pada jalur transmisi radio tersebut. kita harus mampu memperhitungkan sebuah loss pada rangkaian peralatan RF karena radio memiliki ambang sensitifitas atau yang biasa disebut receive sensitivity threshold dimana radio dapat membedakan signal dan noise dengan jelas.

8

c.       Reflection / Pantulan

Gelombang radio juga akan terpantul jika gelombang tersebut bersentuhan dengan material yang cocok untuk itu. Untuk gelombang radio, sumber utama dari pantulan adalah metal dan permukaan air. Aturan terjadinya pantulan cukup sederhana, sudut masuknya gelombang ke permukaan akan sama dengan sudut sinyal di pantulkan. Dalam pandangan gelombang radio sebuah terali besi atau sekumpulan tiang besi yang rapat sama dengan sebuah permukaan yang padat, selama jarak antar tiang lebih kecil dari panjang gelombang radio-nya. Sudut masuk gelombang akan sama dengan sudut dari pantulan. Sebuah bentuk parabolik akan menggunakan efek ini untuk mengkonsentrasikan gelombang radio yang tersebar dipermukaannya menuju satu tujuan.

  1. Refraction / Pembiasan

Refraction adalah pembelokan gelombang ketika melewati medium yang berbeda kepadatannya. Pembiasan terjadi karena ketika gelombang melewati medium yang lebih padat maka gelombang akan berbelok sehingga arahnya berubah namun sebagian lagi akan berbelok memasuki medium dengan arah yang sudah tidak sama lagi. Masalah pembiasan ini biasa ditemukan pada gelombang pancaran RF dengan peruntukan jarak yang jauh karena rentan terhadap perubahan atmosfir yang dapat merubah arah dari gelombang RF itu sendiri.

  1. Difraction / Difraksi

Difraksi adalah lenturan yaitu peristiwa pematahan gelombang oleh celah sempit sebagai penghalang. Difraksi dapat membuat sinyal radio mampu merambat melalui kelengkungan bumi, melewati horizon dan merambat dibelakang halangan. Difraksi akan tampak seperti pembelokan dari gelombang pada saat menabrak sebuah objek, hal ini merupakan efek dari sifat gelombang. Jika kita melihat barisan gelombang yang mungkin saja berupa gelombang elektromagnetik seperti sinar yang lurus, akan susah untuk menerangkan bagaimana caranya mencapai titik-titik yang tersembunyi dibalik penghalang. Dengan model barisan gelombang maka fenomena ini menjadi masuk akal. Pada dasarnya efek difraksi akan membebani daya, energy dari gelombang yang terdifraksi akan sangat jauh lebih kecil dari barisan gelombangnya.

  1. Scattering / Penyebaran
9

Ini dapat terjadi ketikan gelombang melewati medium yang terdiri dari objek yang memiliki dimensi lebih kecil dari panjang gelombang dengan jumlah hambatan yang besar. Gelombang menyebar diproduksi oleh permukaan yang tajam dan tidak rata. ini adalah tipe yang dapat merusak signal pokok dari RF itu sendiri dikarenakan pantulan yang ditimbulkan menyebar kesegala arah dan menghasilkan amplitudo kecil yang dapat saling mematikan signal utama.

  1. Absorption / Penyerapan

Ini dapat terjadi ketika signal mengenai suatu objek dan terserap kedalam material tersebut namun signal tidak dapat melewati, menembus, ter-pantul, atau berbelok mengelilingi objek tersebut.

 

  1. Sinyal Modulasi
  2. Sinyal AM

Sinyal AM merupakan salah satu bentuk modulasi dimana sinyal informasi digabungkan dengan sinyal pembawa (carrier) berdasarkan perubahan amplitudonya. Bentuk modulasi dimana amplitudo sinyal pembawa di variasikan secara proposional berdasarkan sinyal pemodulasi (sinyal informasi). Frekuensi sinyal pembawa tetap konstan.Besarnya amplitudo sinyal informasi mempengaruhi besarnya amplitudo dari carrier, tanpa mempengaruhi besarnya frekuensi sinyal pembawa. Parameter sinyal yang mengalami perubahan adalah amplitudonya, Amplitudo sinyal pembawa berubah-ubah sesuai dengan perubahan amplitudo sinyal informasi. Rentang frekuensi AM adalah 500 Hz – 1600 KHz dan panjang gelombang atau amplitudo AM adalah 1600 KHz – 30000 KHz. Jika direntangkan dengan satuan meter, jangkauan sinyal AM bisa mencapai puluhan ribu kilometer.
AM adalah metode pertama kali yang digunakan untuk menyiarkan radio komersil. Kelemahan dari sistem AM adalah mudah terganggu oleh gangguan atmosfer dan kualitas suara terbatasi oleh bandwidth yang sempit.

10
10

Gelombang AM mengalir dekat dengan tanah pada siang hari dan semakin tinggi ke angkasa pada malam hari, yang artinya sulit untuk mendapatkan radius penyiaran selama jam siang. AM juga mudah terhalang oleh bangunan tinggi.

Contoh dari amplitude modulation adalah metode pertama kali yang digunakan untuk menyiarkan radio komersil.

Kelemahannya:

  1. dapat terganggu oleh gangguan atmosfir.
  2. Bandwith yang sempit juga membatasi kualitas suara yang dapat dipancarkan.
  3. Sinyal FM

Sinyal FM merupakan suatu bentuk modulasi dimana frekuensi sinyal pembawa divariasikan secara proposional berdasarkan amplitudo sinyal informasi. Amplitudo sinyal pembawa tetap konstan. Contoh dari FM adalah frekuensi radio yang sekarang lebih sering digunakan radio pada umumnya.

Rentang frekuensi FM adalah 88 MHz – 108 MHz sehingga dikategorikan sebagai Very High Fequency (VHF). Sedangkan panjang gelombangnya adalah dibawah 1000 KHz sehingga jangkauan sinyalnya tidak jauh. Modulasi frekuensi memiliki bandwidth yang lebih lebar daripada modulasi amplitudo sehingga bisa menghasilkan suara stereo dengan menyatukan beberapa saluran audio pada satu gelombang cerrier. FM lebih tahan terhadap gangguan sehingga dipilih untuk sebagai modulasi standar untuk frekuensi tinggi. Keuntungan FM antara lain potensi gangguan jauh lebih kecil (kualitas lebih baik) dan daya yang dibutuhkan lebih kecil.

Kelebihan dari frequency modulation adalah:

  1. Modulasi frekuensi memerlukan bandwidth yang lebih lebar daripada modulasi amplitudo.
  2. FM lebih tahan terhadap gangguan sehingga di pilih untuk sebagai modulasi standart untuk frekuensi tinggi.
  3. Noise lebih kecil (kualitas lebih baik)
  4. Daya yang dibutuhkan lebih kecil

 

 

11

3. Perbedaan Sinyal AM dan Sinyal FM secara umum

HAL AM FM
Asal Metode transmisi Audio AM pertama kali berhasil dilakukan pada tahun 1870-an pertengahan. FM radio dikembangkan di negara-negara Amerika , terutama oleh Edwin Amstrong pada 1930-an
Perbedaan Modulasi Pada AM, gelombang radio yang dikenal sebagai  “pembawa”  atau “gelombang pembawa”  dimodulasi pada amplitudonya oleh sinyal yang akan ditransmisikan Pada FM , gelombang radio yang dikenal sebagai  “pembawa”  atau “gelombang pembawa”  dimodulasi pada  frekuensinya oleh sinyal yang akan ditransmisikan
Noise Rentan terhadap noise karena  jangkauan sinyal AM  terlalu luas sehingga dapat mudah terganggu oleh gangguan atmosfir. Lebih tahan noise daripada AM, karena  Jangkuan sinyal FM lebih rendah daripada sinyal AM sehingga relatif bebas dari gangguan baik atmosfir maupun interferensi yang tidak diharapkan.
Bandwith Bandwidth yang sempit  membatasi kualitas suara yang dapat dipancarkan, sehingga kualitas suara yang dihasilkan kurang baik. Saluran siaran FM memiliki  lebar pita yang lebih banyak dari saluran siaran AM, sehingga kualitas suara yang dihasilkan lebih baik dari AM.
Fidelitas Rendah Tinggi
Rentang AM radio berkisar 535-1705 kilohertz dengan kecepatan transmisi 1200 bits per detik FM radio berkisar dalam spektrum yang lebih tinggi 88-108 Megahertz dengan kecepatan transmisi 1200-2400 bits per detik
Frekuensi Menggunakan  MF-HF Menggunakan  VHF-UHF

 


 

BAB III

PENUTUP

 

  1. Kesimpulan

Radio Frekuensi (RF) atau Gelombang Radio adalah tingkat osilasi dalam kisaran sekitar 3 kHz sampai 300 GHz, yang sesuai dengan frekuensi gelombang radio, dan arus bolak-balik yang membawa sinyal radio.

Setelah melihat hasil analisa komparasi antara gelombang FM dan AM yang menunjukkan bahwa walaupun gelombang AM dapat menembus jangkauan yang lebih luas akan tetapi tidak seperti gelombang FM yang lebih tahan terhadap noise, maka gelombang FM dengan banyak karakteristik yang tidak dimiliki gelombang AM merupakan jenis modulasi yang lebih baik untuk digunakan dalam transver data audio dari pada gelombang AM.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s